Roh Primaning Lituhayu....
Yang sedang memperkedok angin, mampir ke masa dahulu.
(Sastra Puisi Wanita)
-Ruh Primaning Lituhayu-
Puisi Kehidupan Primaning Lituhayu Di sini riwayat berakhirnya seribu sesak Primaning.. Kumengasap terbang jubah terbabang di tengah-tengah geriak burung-burung pungguk kuar liar.. Aku bertanya, senasibkah burung-burung itu denganku dengan mata kuak tajam tanpa getaran bahagia lahir dari hawa hati yang senang?.. Kumengasap terbang menjelma angin merogoh cerobong sebuah rumah... Seorang wanita berdengar lilin-lilin merah wangi, tujuh patung. Kucing kuning mungil untuk sembuhkan rusak dadanya tersibak... ...Wanita itu Wanita itu... ...Adalah daku Adalah daku... ...yang punya Berpotong-potong kesukaran hidup bertalu-talu berulang-ulang.. Sepanjang jantung bekerja... Tanpa jeda.. Membeli sebungkus senyum palsu... Daku adalah... Roh Primaning Lituhayu... Yang sedang memperkedok angin, mampir ke masa dahulu.. Waktu aku masih tersesat dalam tumpukan kemasygulan di bumi... Ia berdengar nandung-nandung musik lama yang berumur... Puluhan warsa untuk sembuhkan rusak dadanya tersibak, tapi malah lebih ru…